Lotus Regency F-17

Jl. Ketintang Baru Selatan 1A Surabaya - 60235

+62 31 829 9052

Kontak Kami

Apakah Origami Itu?

Hingga abad 21 sekarang ini, kita sudah tidak asing lagi dengan istilah Origami. Meskipun demikian, dalam tulisan kali ini akan dibahas dari awal lagi mengenai “Apakah Origami itu?” agar pemahaman kita lebih jelas lagi. Origami berasal dari kata 折る ‘oru’ yang berarti “melipat” dan kata 紙 ‘kami’ yang berarti kertas. Sehingga jika kedua kata ini digabungkan akan menghasilkan arti “kertas lipat” atau “lipatan kertas”.Origami merupakan seni melipat kertas yang berasal dari China pada sekitar abad ke-7 yang kemudian di populerkan di negara Jepang, sehingga, terkesan bahwa Origami memang betul-betul asli dari negara Jepang. Meskipun demikian, Origami sudah menjadi salah satu bagian budaya tradisional yang sudah mendarah daging di seluruh masyarakat Jepang. Hal ini bisa dilihat bahwa pda kenyataannya Origami sering diajarkan pada siswa-siswi mulai di sekolah-sekolah mulai dari tingkat dasar. Selain itu, bukti bahwa masyarakat Jepang sangat mencintai Origami adalah, mereka selalu melakukan inovasi dan improvisasi yang kreatif dalam menghasilkan beragam bentuk lipatan Origami yang sangat tinggi nilai seninya.

Dunia ini tidak akan terasa indah jika tanpa ada hadirnya kebaikan dari para manusia. Wujud kebaikan yang telah dilakukan dari orang satu ke orang yang lain, entah itu didasari dengan tujuan tertentu atau hanya dengan keikhlasan semata akan memunculkan uangkapan terimakasih sebagai wujud rasa terimakasih atas kebaikan yang diberikan tersebut. Di manapun kita tinggal, dimanapun kita hidup dimanapun kita hidup, ungkapan terimakasih tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Jika di Indonesia kita bisa menjumpai ungkapan terimakasih dalam beragam ungkapan yang dipengaruhi dialek misalnya “terimakasih”, “matursuwun”,

Upacara minum teh yang di Jepang dikenal dengan istilah sadō atau chanoyu, telah dihargai sebagai sebuah seni yang lebih disukai oleh wanita. Namun, dalam perkembangan trendnya, sejumlah kaum pria mampir di sebuah salon upacara minum teh dalam perjalanan mereka sepulang dari kantor. Kelas-kelas yang mengajarkan kebudayaan Jepang lainnya seperi ikebana (seni merangkai bunga) dan instrumen musik tradisional seperti samisen kini juga menarik lebih banyak perhatian pria. Gambaran keseluruhannya adalah para pria ini kembali mendatangi seni tradisional yang telah mendukung Jepang secara spirit sekian lama.