Lotus Regency F-17

Jl. Ketintang Baru Selatan 1A Surabaya - 60235

+62 31 829 9052

Kontak Kami

Kata O-Bon berasal dari kata sanskrit urabon (urabana yang artinya 'digantung terbalik'; pederitaan yang sangat mendalam). Upacara peringatan arwah O-Bon konon bermula pada kisah yang berasal dari Buddhisme berikut ini. Alkisah salah seorang dari 10 murid utama Budha, orang suci Mokuren, dengan kemampuan ajaibnya mencoba melihat keadaan kedua orangtuanya. Didapatinya, ibunya telah terlahir kembali ke dunia hantu lapar; tidak bisa makan-minum, bentuknya pun tinggal tulang dan kulit saja. Mokuren tentu saja merasa sangat sedih. Sambil menangis dia datang mengadu kepada Buddha. Buddha memberi petunjuk kepadanya untuk melakukan sembahyangan arwah dengan sesajen berikut ini agar arwah leluhur dapat diselamatkan dari siksaan neraka. Sesajennya berupa: beras, hyakumi (banyak macam minuman dan makanan), 5 macam buah-buahan, air, lampion dan perlengkapan tidur (baju tidur, selimut,ddl.). Dari situlah asal mulanya upacara peringatan arwah secara Buddhis.

Ada jenis hiburan tradisional ringan kelas rakyat biasa yang khas Jepang, disebut jenis hiburan Yose, nama teater khas yang akrab dengan rakyat sederhana.

Yose secara garis besar mencakup rakugo dan manzai, walaupun sebenarnya masih ada beberapa macam bentuk hiburan kerakyatan yang termasuk dalam kategori ini. Sejarahnya diperkirakan bermula pada hiburan yang dibawakan oleh para pencerita abad ke-12.

Konnichiwa Minnasan...

Kali ini I'Mc Center tempat kursus bahasa Jepang di Surabaya menghadirkan topik baru berupa pengenalan cerita rakyat Jepang. Salah satu yang akan kita bahas di sini adalah cerita rakyat Jepang ももたろう 'Momotaro'. Walaupun inti dari cerita rakyat ini sangat sederhana, tapi ini perlu diketahui oleh teman-teman yang sangat ingin menambah wawasan tentang Jepang. Jika diperhatikan secara sekilas, cerita rakyat ももたろう 'Momotaro' ada kemiripan dengan cerita rakyat Indonesia yaitu cerita Timun Emas. Bagaimana detail cerita ももたろう 'Momotaro'? Silahkan menyimak cerita ももたろう 'Momotaro' yang disajikan dalam teks aslinya yaitu dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Indonesia, seperti berikut ini.. ^o^

Di Jepang di berbagai tempat dan daerah, musim demi musim, terdapat beraneka ragam festival atau Matsuri. Festival-festival demikian masing-masing punya keistimewaan tersendiri, dan ada yang sejarahnya sudah cukup panjang. Berikut ini kami perkenalkan beberapa festival yang diselenggarakan di sejumlah daerah di Jepang. Sayang sekali kami tidak bisa memperkenalkan semua festival karena sangat banyak ragamnya.


Sapporo Yuki Matsuri (Hokkaido)

Masyarakat Jepang adalah masyarakat tradisional yang modern. mengapa disebut demikan? hal ini dikarenakan masyarakat Jepang tetap memegang kuat tradisi budaya tradisionalnya di tengah-tengah kemodernan yang mereka miliki. Dari hal ini bisa kita lihat bahwa masyarakat memiliki keselarasan dalam mejalani kehidupannya, selayaknya konsep 和 wa yang berarti "keharmonian". Oleh karena itu, masyarakat Jepang berusaha semaksimal mungkin menyeimbangkan unsur budaya modern dan budaya tradisional yang ada di Jepang mulai dahulu hingga sekarang.
Salah satu bagian dari budaya tradisional tersebut adalah Acara tahunan atau disebut dengan 年中行事 nenchuugyouji. Acara tahunan ini ada beragam macamnya, antara lain:

お正月 oshougatsu Tahun Baru (1月1日~3日) Perayaan dimulainya tahun baru. Orang-orang pergi ke kuil Shinto dan Budha demi keselamatan dan kebahagiaan mereka ditahun berikutnya. Kartu pos tahun baru diterima pada tanggal 1 Januari.