Lotus Regency F-17

Jl. Ketintang Baru Selatan 1A Surabaya - 60235

+62 31 829 9052

Kontak Kami

Japanese Language Proficiency Test [JLPT]

 
Jika dalam Bahasa Inggris kita menempuh test  TOEFL untuk mengetahui tingkat penguasaan berbahasa Inggris, dalam Bahasa Jepang juga terdapat test yang bernama JLPT. Dalam lingkup  international disebut dengan istilah JLPT ( Japanese Language Proficiency Test), Dalam lingkup Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah UKBJ (Uji Kompetensi Bahasa Jepang) dan dalam Bahasa Jepang sendiri disebut dengan 日本語能力試験 'nihongo nouryoku shiken'.

Para pengajar Bahasa Jepang, latihan macam apakah yang Anda gunakan? Drill atau 'latihan keterampilan' adalah latihan yang berguna untuk mengajarkan pemakaian tata bahasa atau kosakata baru. Kali ini, I'Mc Center Surabaya akan memperkenalkan metode Drill dengan menggunakan permainan. Namun sebelumnya, mari kita lihat kembali metode Drill apa saja yang biasa digunakan dalam pengajaran Bahasa Jepang.

oleh: Irma Nurmala SariUniversitas Negeri Surabaya

Abstrak :

Pengajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jepang adalah sesuatu hal yang kompleks, terutama dalam bidang tata bahasa. Apa yang dipelajari pada tahap pemula atau tajap awal merupakan kunci dari keberhasilan penguasaan bahasa asing yang akan diperoleh di akhir pembelajaran. Bagi pelajar bahasa Jepang, tata bahasa bisa dianggap sebagai kompas dalam praktek bahasa pada kenyataannya. Pengajaran tata bahasa yang benar adalah tidak semata-mata berpusat pada tata bahasa itu

Dalam komunikasi sehari-hari masyarakat tidak bisa dilepaskan dari aspek humor. Hal ini disebabkan karena kehadiran humor dalam suatu proses komunikasi verbal memegang peran penting yaitu membuat pesan yang disampaikan terkesan menarik sehingga bisa menimbulkan rasa antusias lawan bicara untuk mendengarkan pesan yang disampaikan oleh pembicara. Begitu halnya yang terjadi di Jepang tentang fenomena bahasa yang didalamnya terdapat unsur humor dari hasil permainan kata-kata yang dilakukan. Banyak yang megungkapkan bahwa bahasa Jepang itu kaya istilah tapi miskin bunyi. Sehingga banyak kata yang memiliki bunyi sama namun memiliki arti yang berbeda-beda. Dengan keadaan yang seperti ini, kata-kata dalam bahasa Jepang menjadi rentan untuk diplesetkan atau dijadikan target lanturan dalam berkomunikasi.