Uniknya Budaya Perayaan Tahun Baru di Jepang

Uniknya Budaya Perayaan Tahun Baru di Jepang

お正月 ‘Oshougatsu’

Perayaan tahun baru di Jepang tidak hanya dilakukan dengan pesta-pesta, tetapi juga dengan melakukan kegiatan atau ritual-ritual yang bersifat religius sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa.

Kegiatan penyambutan tahun baru dimulai sejak dua minggu sebelum pergantian tahun:

大掃除 ‘Ousouji’ atau pembersihan, Pemasangan 飾り ‘Kazari’ atau hiasan, Mempersiapkan makanan khas tahun baru 御節料理 ‘Osechi Ryouri’ , Berkirim 年賀状 ‘Nengajou’ atau kartu ucapan tahun baru serta beberapa Ritual religius

Di kalangan masyarakat Jepang お正月 'Oshougatsu' lebih dikenal sebagai periode liburan tiga hari di awal tahun, yaitu tanggal 1, 2, dan 3 Januari.

 

{jcomments on}

Ritual Pembersihan:

1.Oharai

Oharai yang ditujukan untuk mengusir kekuatan jahat dipimpin oleh pendeta Shinto. Dilakukan dengan cara melambaikanbatang pohon sakaki yang dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir kekuatan jahat.

2. Misogi

Disebut juga dengan ritual kessai, yaitu pembersihan diri yang dilakukan dengan air. Ritual ini biasanya dilakukan dengan cara mandi di sungai, di laut, dan di bawah air terjun.

3. Imi

Imi sangat berbeda dengan oharai dan misogi. Imi merupakan pembersihan yang dilakukan secara tidak nyata.

 

大掃除 ‘Oosouji"

Dilakukan oleh semua anggota keluarga dilakukan dengan pembersihan besar-besaran pada lingkungan rumah. Hal ini dikarenakan orang Jepang percaya bahwa para dewa akan datang ke dunia dengan membawa berkah berlimpah. Dewa hanya bersedia datang jika diundang oleh orang yang berhati bersih dan juga bersedia datang di tempat yang bersih.

 

飾り ‘Kazari
Hiasan Tahun Baru

1. Shimenawa

Shimenawa merupakan hiasan tahun baru yang pertama kali diciptakan di Jepang sekitar abad 12 yang dibuat dari dua buah untaian jerami yang dililitkan.

Hal ini memiliki makna suatu pemisahan hal baik dari hal yang buruk. Shimenawa yang dipasang dalam perayaan Ōshōgatsu dijadikan sebagai simbol pengusir kekuatan jahat atau jimat untuk penolak bala. Tujuannya supaya setiap orang mendapatkan keselamatan dan perayaan Ōshōgatsu dapat berjalan dengan lancar.

2. Kadomatsu

Kadomatsu berasal dari kata kado berarti pintu masuk dan matsu berarti pohon pinus. Orang Jepang percaya bahwa arwah leluhur pada saat tahun baru akan kembali ke rumah yang dulu mereka tinggali dalam bentuk Toshigami (dewa tahun baru) dan mereka akan bersemayam dalam kadomatsu selama perayaan Ōshōgatsu. Setiap bahan yang digunakan untuk membuat kadomatsu memiliki makna yang berbeda. Pohon pinus yang selalu hijau dianggap sebagai lambang hidup yang panjang. Pohon bambu yang tumbuh meruncing ke atas melambangkan suatu kekuatan dan kesabaran. Pohon prem yang bisa tetap tumbuh pada cuaca yang dingin melambangkan panjang umur dan kemakmuran.

3. Kagami mochi

Kagami mochi adalah hiasan Ōshōgatsu yang terdiri dari tumpukan dua buah mochi berbentuk bulat pipih yang melambangkan tahun lama dan tahun baru, yang diletakkan pada sebuah nampan kayu. Di atas tumpukan mochi biasanya diberi hiasan jeruk.

4. Kirigami

Dalam perayaan Ōshōgatsu, kirigami dijadikan sebagai tempat tinggal para dewa. Kirigami terdiri dari berbagai bentuk dan tiap-tiap bentuk ditempati oleh dewa yang berbeda. Sebagai contoh,

bentuk gohei yaitu guntingan atau lipatan berbentuk zigzag yang diselipkan pada celah tongkat bambu. Bentuk ini dipercaya sebagai tempat tinggal Toshigami. Selain itu ada kirigami yang berbentuk ikan dan kura-kura yang dijadikan sebagai tempat tinggal dewa keberuntungan yaitu Ebisu dan Daikoku. Ebisu dan Daikoku adalah dewa laut yang dipercaya akan memberikan berkah kepada para nelayan berupa hasil laut yang berlimpah pada saat Ōshōgatsu.

5. Miki no kuchi

Miki no kuchi merupakan salah satu jenis hiasan tahun baru yang terbuat dari bahan kertas, bambu, dan tatal kayu. Dirangkai menjadi sebuah bentuk hiasan kemudian diletakkan ke dalam botol yang berisi sake (minuman tradisional Jepang yang mengandung alkohol dibuat dari bahan beras).

Beras dipercaya sebagai lambang kesuburan yang sangat disukai oleh para dewa dan sake dianggap sebagai minuman suci yang digunakan untuk persembahan para dewa. Oleh karena itu, miki no kuchi dalam perayaan Ōshōgatsu dijadikan sebagai lambang minuman yang digunakan untuk menyambut kedatangan para dewa.

Menurut orang Jepang, hiasan Ōshōgatsu harus dipasang pada hari yang baik. Hiasan tahun baru tidak boleh dipasang pada tanggal 29 Desember. Orang Jepang menganggap angka 29 sebagai angka yang tabu, karena jika dilafalkan.

dalam bahasa Jepang angka 29 berbunyi nijūku (二十九) sementara, nijūku juga memiliki arti yang berbeda yaitu kesengsaraan yang berlipat dua jika ditulis denganKanji 二重苦.

Biasanya awal pemasangan hiasan pada tanggal 27, 28, dan 30. Sementara pada tanggal 31 Desember tidak diperbolehkan memulai pemasangan hiasan. Hal ini dikarenakan ada kepercayaan bahwaToshigami akan marah jika hiasan dipasang pada saat satu hari sebelum Tahun Baru. Hiasan-hiasan Ōshōgatsu tersebut dipasang hingga tanggal 7 Januari.

 

おせち料理 ‘Osechi Ryouri
Masakan Khas Tahun Baru

Makanan tahun baru ditata rapi di dalam kotak kayu bersusun yang disebut jūbako 重箱 . Pada umumnya hanya lauk yang ditata di dalam kotak kayu bersusun yang bisa disebut masakan osechi.

Kotak kayu bersusun untuk masakan osechi dipercaya sebagai perlambang keberuntungan yang berlipat.

Secara tradisional, Osechi terdiri dari:

O-toso (お屠蘇): sake untuk kesehatan yang diminum di pagi hari awal tahun

Iwaizakana (祝い肴): tiga macam makanan untuk teman minum sake

 

Zōni: sup berisi mochi dimasak

menggunakan kaldu dan sayuran.

Dengan memakan ozoni pada saat

perayaan tahun baru dipercaya akan

mendapatkan keberuntungan.

Nishime: sayur-sayuran dimasak dengan kuah dashi, kecap asin, dan mirin (gula pasir).

 

 

Ragam masakaninti:

1. Tatsukuri, Tazukuri (田作り, pembuat padi)

Sejenis ikan teri yang disebut gomame digongseng dengan bumbu kecap asin dan mirin. Masakan ini merupakan perlambang hasil panen yang melimpah, karena di zaman dulu ikan ini digunakan sebagai pupuk berkualitas tinggi.

2. Kazunoko (数の子)

Telur ikan berwarna kuning yang digunakan sebagai harapan dikaruniai banyak anak di tahun yang baru.

3. Kuromame (黒豆)

Kacang berwarna hitam yang dipercaya bisa menangkal roh jahat. Selain itu, mame dalam bahasa Jepang bisa berarti "bekerja sekuat tenaga" dan "kesehatan", dan dimakan sebagai harapan agar sehat sepanjang tahun.

5. Tataki-gobō (たたき牛蒡)

Akar gobo yang berwarna hitam terlihat seperti burung dalam mitologi yang terbang ketika ada panen yang berlimpah.

 

Makanan pelengkap

1. Datemaki

Datemaki adalah telur dadar yang digulung bagaikan kitab sutra, sehingga dimakan sebagai perlambang kebijakan dan pengetahuan.

 

 

2. Kurikinton

Makanan ini terlihat mewah dan nama makanan ini dalam bahasa Jepang berarti gumpalan emas (kinton) dari buah kastanye (kuri) yang melambangkan kejayaan.

 

3. Kombumaki

Kombu masak nimono digunakan sebagai makanan tahun baru karena kombu terdengar mirip kata yorokubu (kegembiraan).

 

4. Kamaboko

Makanan olahan dari ikan surimiyang dihaluskan kemudian dikukus.

Berwarna putih dengan sedikit warna merah di bagian pinggir, dipakai untuk melambangkan beras merah dan beras putih.

 

5. Otafuku-mame

Kacang pembawa keberuntungan dengan rasa manis.

Acar:

•Acar sayur-sayuran

berwarna merah

dan putih

•Acar lobak •Acar umbi seroja

 

Makanan panggang:

•Ikan sunglir (buri) bakar

Orang Jepang menyebut ikan ini dengan nama yang berbeda-beda sesuai dengan usia ikan. Ikan yang berhasil menjadi dewasa disebut buri, sehingga dipakai sebagai simbol keberhasilan dan sukses.

•Ikan kakap bakar

Ikan kakap merupakan salah satu ikan persembahan untuk dewa, sekaligus nama ikan ini dalam bahasa Jepang terdengar mirip kata "medetai" (kegembiraan).

Udang bakar- Sungut udang yang panjang dan

melengkung dipakai sebagai perlambang orang yang sudah

tua, sehingga dimakan sebagai harapan bisa berumur panjang.

Belut unagi panggang

Belut unagi adalah ikan yang pandai memanjat sehingga digunakan untuk mendoakan keberhasilan yang cepat.

 

Kotak kayu untuk Osechi

Secara tradisional kotak kayu (jūbako) untuk masakan Osechi terdiri dari 5 susun, walaupun kotak bersusun tiga juga lazim dijumpai sekarang.

Kotak kayu dihitung dari atas dan diberi nama: ichi no jū, ni no jū, san no jū, yō no jū, dan go no jū, yang berarti tumpukan kotak nomor 1 hingga nomor 5.

Kotak nomor 4 tidak disebut shi no jū, karena angka 4 (shi) terdengar sama dengan "shi" yang berarti "mati". Berdasarkan alasan yang sama, kotak nomor 4 pada kotak bersusun empat disebut yo no jū.

お正月 'Oshougatsu' atau Tahun Baru bagi orang Jepang bukan hanya sekedar proses pergantian tahun semata, tetapi juga berarti datangnya era dan semangat baru.

Testimonial

Partners

Buku Terbitan I'Mc