Metode Drill dalam Pengajaran Bahasa Jepang

Para pengajar Bahasa Jepang, latihan macam apakah yang Anda gunakan? Drill atau 'latihan keterampilan' adalah latihan yang berguna untuk mengajarkan pemakaian tata bahasa atau kosakata baru. Kali ini, I'Mc Center Surabaya akan memperkenalkan metode Drill dengan menggunakan permainan. Namun sebelumnya, mari kita lihat kembali metode Drill apa saja yang biasa digunakan dalam pengajaran Bahasa Jepang.

 

 

1. Latihan mengulang: murid mengulangi apa yang dikatakan oleh guru.

2. Latihan mengisi kata: murid mengisi kata-kata sesuai dengan 'arahan kata' yang diberikan oleh guru. 'Clue' adalah kata yang menjadi kata kunci penyusunan kalimat.

Contoh: Latihan untuk pola kalimat 「~は (Kata Sifat) です」

Guru: 「おもしろい」 --> Murid: 「田中さんは おもしろいです」

Guru: 「きびしい」  --> Murid: 「田中さんは きびしいです」

3. Latihan mengubah: Murid mengubah bentuk kata atau kalimat sesuai dengan arahan kata yang diberikan oleh guru.

Contoh: Pada pembentukan Kata Kerja

Guru: 「読みます」 --> Murid: 「読んで」

Guru: 「写真をとります」 --> Murid: 「写真をとらないでください」

4. Latihan tanya jawab: Murid mengadakan tanya-jawab sesuai dengan arahan kata yang diberikan oleh guru.

Contoh:

Guru : 「スポーツ」

Murid A: 「どんなスポーツが好きですか」

Guru : 「ピンポン」

Murid B: 「ピンポンが好きです」

Selain keempat metode di atas, masih ada yang lain lagi, namun keempat metode itu adalah yang paling mewakili metode Drill. Bagaimanakah cara anda melakukan Drill? Apakah ada murid yang tidak mau melakukannya karena cepat membosankan?

Oleh karena Drill merupakan semacam latihan menjawab sesuai denagn arahan kata yang diberikan oleh guru, maka murid tidak banyak berpikir. Di samping itu, monoton karena hanya mengulangi latihan mengisi atau mengubah bentuk yang sederhana, sehingga jika dilakukan dalam jangka waktu yang panjang akan membosankan. Namun, akan menyenangkan jadinya jika latihan ini dijadikan permainan. Kita bisa menyimaknya, sebagai berikut:

 

"Permainan untuk latihan mengubah bentuk kata"

- Permainan untuk mengubah bentuk kata kerja atau kata sifat

- Akan lebih efektif jika diadakan setelah latihan mengulang dan mengubah

- Contoh di bawah ini adalah latihan bentuk ~ない ~nai untuk Kata Kerja

1) Siapkan kartu kata-kata seperti dibawah ini:

2) Buat kelompok yang terdiri atas 4-6 orang dalam satu kelompok.

3) Telungkupkan susunan kartu (muka kartu menghadap ke bawah) di tengah kelompok.

4) Tentukan urutan pengambilan kartu.

5) Orang pertama mengambil sahelai kartu dan mengubah kata yang tertulis di kartu ke dalam bentuk ~ない ~nai .

6) Apabila ia dapat mengubah Kata Kerja tersebut dengan benar, kartui tersebut akan menjadi miliknya. Apabila salah, kartu itu dikembalikan lagi ke susunan kartu, urutan terbawah.

7) Demikian seterusnya.

8) Murid yang mendapat kartu banyak adalah pemenangnya.

 

"Permainan untuk latihan menyambung kata sifat"

- Lebih efektif jika dilakukan setelah latihan mengubah kata sifat tersebut.

1) Siapkan lembar kerja seperti di bawah ini. Bisa juga murid menuliskannya di buku tulis.

2) Murid menggunakan kaliomat dengan menggunakan kata-kata yang tersedia.

Contoh: 「わたしの うちには あたらしくて おおきい くるまが あります。」

3) Setelah membuat kalimat, setiap murid saling bertanya kepada murid yang lain 「あたらしくて おおきい くるまが ありますか」, tidak hanya kepada orang yang di sebelahnya, tetapi berjalan keliling kelas.

4) Murid yang bertanya menjawab sesuai dengan isi kalimat yang sudah dibuatnya 「はい、あります。」 atau 「いいえ、ありません。」

5) Mencari dengan cepat orang yang membuat kalimat dengan kata-kat yang sama.

Jangan lupa, kedua permainan di atas baru bisa dilakukan setelah penjelasan tata bahasa dan latihan biasa. Jika permainan tersebut diadakan sebelum Drill, murid tidak akan dapat melakukan permainan dengan baik sehingga membosankan.

Bahan Pustaka: 『クラス活動集101』

スリーエーネットウォーク

『ドリルとしてのゲーム教材50』アルク

Testimonial

Partners

Buku Terbitan I'Mc