Peran 駄洒落(だじゃれ) Dajare ‘Permainan Kata-Kata’ dalam Bahasa Iklan

Dalam komunikasi sehari-hari masyarakat tidak bisa dilepaskan dari aspek humor. Hal ini disebabkan karena kehadiran humor dalam suatu proses komunikasi verbal memegang peran penting yaitu membuat pesan yang disampaikan terkesan menarik sehingga bisa menimbulkan rasa antusias lawan bicara untuk mendengarkan pesan yang disampaikan oleh pembicara. Begitu halnya yang terjadi di Jepang tentang fenomena bahasa yang didalamnya terdapat unsur humor dari hasil permainan kata-kata yang dilakukan. Banyak yang megungkapkan bahwa bahasa Jepang itu kaya istilah tapi miskin bunyi. Sehingga banyak kata yang memiliki bunyi sama namun memiliki arti yang berbeda-beda. Dengan keadaan yang seperti ini, kata-kata dalam bahasa Jepang menjadi rentan untuk diplesetkan atau dijadikan target lanturan dalam berkomunikasi.

 

{jcomments on}
Permainan kata-kata dalam bahasa Jepang yang demikian sering disebut dengan istilah 駄洒落(だじゃれ) dajare ‘permainan kata-kata’. Menurut informasi yang bersumber dari Wikipedia tentang駄洒落(だじゃれ) dajare ‘permainan kata-kata’ bahwa:
Dajare (駄洒落(だじゃれ), だじゃれ literally wordplay) is a kind of comic Japanese wordplay, similar in spirit to pun on relying on similarities in the pronunciation of words to create a simple joke. Dajare are populer in advertising, and are often a favorite activity producing spontaneous laughs and filling time while drinking sake. Dajare also associated with oyaji gags (親父(おやじ)キャグ oyaji gyagu), oyaji meaning “old man” or “dad”, as an “old man” would considered by the younger generation most likely to attempt dajare (http://ja.wikipedia.org/wiki/%E8%A8%80%E8%91%89%E9%81%8A%E3%81%B3 diakses pada 13 Mei 2011 pukul 06.15).


駄洒落(だじゃれ) dajare secara literal diartikan sebagai ‘permainan kata-kata’ yang merupakan salah satu jenis permainan kata bahasa Jepang yang lucu, kesamaan dalam semangat untuk mempermainkan kata-kata dalam kemiripan pengucapan kata-kata untuk menciptakan lelucon sederhana. 駄洒落(だじゃれ) dajare populer dalam periklanan dan sering menjadi aktivitas favorit untuk menghasilkan tawa yang spontan dan memenuhi waktu selama minum sake. 駄洒落(だじゃれ) dajare juga diasosiasikan dengan “lelucon lelaki tua” (親父(おやじ)キャグ oyaji gyagu), oyaji berarti ‘laki-laki tua’ atau ‘ayah’. Sebagai seorang ‘laki-laki tua’ akan dianggap oleh generasi muda yang paling mungkin untuk mencoba 駄洒落 dajare.

Dari uraian tersebut tampak jelas bahwa masyarakat Jepang adalah masyarakat yang sangat kreatif. Kekreativitasannya tidak hanya tertuang dalam bentuk teknologi yang diciptakan seperti yang diketahui selama ini, namun juga termasuk kekreativitasan dalam hal berbahasa. Masyarakat Jepang adalah masyarakat yang terbiasa menjaga hubungan baik antara satu orang dengan orang yang lain. Oleh karena itu, mereka berusaha menghadirkan humor atau lelucon sederhana dalam komunikasi berbahasa sehari-hari memlalui permainan kata-kata, salah satunya melalui駄洒落(だじゃれ) dajare


Pengertian tentang 駄洒落(だじゃれ) dajare sudah diuraiakan di awal akan lebih jelas dengan diperhatikannya beberapa contoh penggunaan 駄洒落 dajare sebagai berikut:
a) 「アルミ缶(かん)の上(うえ)にあるみかん」 arumikan no ue ni arumikan
‘sebuah jeruk di atas kaleng aluminium’


「アルミ」 arumi yang ditulis menggunakan huruf Katakana merupakan kata serapan dari bahasa asing yaitu aluminium. 「缶(かん)」kan memiliki arti ‘kaleng’, sehingga 「アルミ缶(かん)」arumi kan dapat diartikan ‘kaleng aluminium’. Frase ini berusaha dipadukan dengan pemilihan kata lain yang memiliki kemiripan dalam pengucapannya, yaitu「あるみかん」arumikan yang memiliki arti ‘jeruk ada’. Padahal jika disesuaikan dengan tata bahasa Jepang yang benar, untuk menyatakan kalimat ‘sebuah jeruk di atas kaleng aluminium’ maka kalimat ini seharusnya menjadi 「アルミ缶(かん)の上にみかんがある」arumikan no ue ni mikan ga aru. Namun untuk menciptakan permainan kata yang menarik, kaidah tata bahasa yang berlaku tersebut cenderung diabaikan demi mengedepankan nuansa humor dari lelucon 駄洒落 (だじゃれ) dajare yang berhasil diciptakan.


b) 「レモンの入(い)れもん」 remon no iremon
‘sebuah wadah untuk buah lemon’

「レモン」remon yang ditulis menggunakan huruf Katakana meruapakan kata serapan yang berarti ‘buah lemon’. Kata ini dipadukan dengan kata lain yang memiliki bunyi kata yang mirip yaitu 「入(い)れもん」 iremon. Sebenarnya kata 「入(い)れもん」 iremon berasal dari kata 「入(い)れもの」iremono yang memiliki arti ‘wadah atau tempat’. Namun untuk menunujukkan kemiripan dengan kata 「レモン」remon maka kata 「入(い)れもの」 iremono diubah menjadi 「入(い)れもん」 iremon sebagai hasil asimilasi atau perpaduan kata yang harmonis dari kedua kata tersebut.


Selain itu, Yoneda dalam makalahnya juga mengungkapkan駄洒落 dajare sebagai berikut:
次に、類音異義語(たぐいおんいぎご)のシャレ.ダジャレの例(れい)として、「お金(かね)がないってえ。おっかねえー。」を挙(あ)げる。これは、 /okane/ という音(おと)から、音韻論的(おんいんろんてき)にいうと促音(そくおん)が1つ加(くわ)わった「おっかね」を連想(れんそう)し、その言葉(ことば)が「おっかない」=「怖(こわ)い」という意味(いみ)を持(も)つ。今の世(よ)の中(なか)、お金(かね)がなければ、おっかないのは当然(とうぜん)で、これも文脈(ぶんみゃく)でつながっている。ただ、音(おと)が似(に)ているというだけで全く何(なん)の前後関係(ぜんごかんけい)もなくシャレ.ダジャレを言(い)うひともいるが、そういうときは「おやじキャッグ」といって、失笑(しっしょう)をかったりする (2000:44)。

Selanjutnya contoh Dajare dari perbedaan arti kata karena asonansi kata atau persamaan vokal yaitu 、「お金(かね)がないってえ。おっかねえー。」. Di sini dari kata yang berbunyi /okane/, jika ditinjau secara fonetik, jika ditambahkan 1 bunyi asimilasi akan mengingatkan pada kata 「おっかね」,kata tersebut berasal dari kata 「おっかない」yang memiliki arti 「怖(こわ)い」yaitu berarti ‘takut’. Sehingga jika dikaitkan dengan konteks kondisi kenyataan yang ada, di dunia saat ini jika tidak ada uang, ketakutan adalah menjadi suatu kewajaran. Bagaimanapun juga, (hanya dengan bunyi yang mirip, ada orang yang mengatakan Dajare tidak ada hubungan konteks keseluruhan, namun hal semacam itu disebut dengan 「おやじキャッグ」atau ‘lelucon orang laki-laki tua’ yang menyebabkan gelak tawa spontan.

Dengan demikian dari contoh dan beberapa uraian tersebut bisa dimengerti bahwa dalam penciptaan駄洒落(だじゃれ) dajare, yang menjadi poin penting adalah pemilihan kata satu dengan kata yang lain yang harus memiliki kemiripan bunyi kata dengan arti yang berbeda. Selain itu, pemilihan kata dan perangkaiannya juga harus disesuaikan dengan konteks inti pesan yang akan dikomunikasikan agar pesan lebih efektif dan lebih menarik untuk dipahami oleh lawan bicara. Walaupun pada penggunannya sering menyalahi kaidah kebahasaan yang ada, namun hal ini dianggap bukan menjadi masalah. Hal ini dikarenakan bentuk kesenangan dari hasil penciptaan駄洒落(だじゃれ) dajare sesuai dengan asimilasi kata atau perpaduan kata yang harmonis sehingga memberikan nilai lebih dalam berbahasa.


駄洒落(だじゃれ) dajare sering dijumpai dalam bahasa iklan berbahasa Jepang, sesuai dengan pernyataan Yoneda yaitu:
CM でのことば遊(あそ)びはシャレ.ダジャレを人を笑(わら)わす一つの手法(しゅほう)として用い、宣伝(せんでん)したいことを強調する役目(やくめ)を果(は)たしている (2000:45)。
Permainan kata dalam iklan yaitu Dajare digunakan sebagai salah satu teknik untuk membuat orang tertawa, menjalankan kewajiban untuk memberikan empasis pada apa yang ingin dipropagandakan.

Dalam kegiatan periklanan, kehadiran駄洒落 dajare dinilai memiliki daya kreativitasan yang tinggi serta efektif sehingga mampu menarik perhatian masyarakat. Sehingga駄洒落 dajare bisa dijadikan komponen ampuh untuk menyampaikan pesan di dalam iklan hingga tujuan dari iklan tersebut bisa dicapai sesuai keinginan.

Testimonial

Partners

Buku Terbitan I'Mc