{"id":721,"date":"2026-04-06T14:11:45","date_gmt":"2026-04-06T07:11:45","guid":{"rendered":"https:\/\/imccsub.com\/?p=721"},"modified":"2026-04-06T14:11:45","modified_gmt":"2026-04-06T07:11:45","slug":"dari-pendatang-menjadi-primadona-ikan-salmon-dalam-sejarah-sushi-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imccsub.com\/en\/blog\/dari-pendatang-menjadi-primadona-ikan-salmon-dalam-sejarah-sushi-jepang\/","title":{"rendered":"Dari pendatang menjadi primadona: ikan salmon dalam Sejarah sushi Jepang"},"content":{"rendered":"<p>Apa yang pertama kali anda pikirkan Ketika mendengar kata sushi? Banyak orang akan langsung memikirkan salmon. Tak dapat dipungkiri bahwa sushi memang selalu berkaitan dengan salmon. Bahkan tak sedikit orang yang meyakini bahwa sushi selain daging salmon bukanlah sushi yang autentik.<\/p>\n<p>Tapi tahukah anda, bahwa faktanya salmon tidak pernah benar benar datang dari kebudayaan jepang itu sendiri? Ya anda tidak salah baca, ikan salmon adalah <strong>pendatang asing <\/strong>di Jepang!!!<\/p>\n<p><strong>Salmon dan popularitasnya<\/strong><\/p>\n<p>Sushi salmon sangat populer baik di Jepang maupun seluruh dunia. Survey dari Maruha Nichiro menyatakan bahwa Salmon menempati urutan pertama sebagai \u201cbahan terfavorit untuk sushi\u201d selama 14 tahun berturut-turut. Tak heran jika seluruh restoran sushi di seluruh dunia selalu memiliki menu salmon dalam menunya.<\/p>\n<p><strong>Sejarah panjang diterimanya salmon <\/strong><\/p>\n<p>Dibalik popularitas salmon di Jepang, ada sejarah panjang yang mengikutinya. Sebelum tahun 1980 di jepang, memakan salmon mentah bukanlah hal yang umum. Hal itu dikarenakan ikan-ikan salmon yang ditangkap di perairan laut Jepang mengandung parasit yang berbahaya jika terkonsumsi. Orang-orang jepang dulu biasa memakan salmon dengan dipanggang atau digoreng.<\/p>\n<p>Sekitar tahun yang sama, di Norwegia pekerjaan membudidayakan salmon sedang masif berkembang. Di sana ikan salmon ditangkap dengan jumlah yang sangat besar tiap musim panennya.<\/p>\n<p>Pada tahun 1986 perusahaan ikan salmon yang ternama di Norwegia memulai<\/p>\n<p>\u201c<strong>Project Japan<\/strong>\u201d yang bertujuan untuk mengenalkan ikan salmon Norwegia ke Jepang dan menjualnya. Meski dikatakan bahwa \u201ctidak ada orang yang makan salmon mentah\u201d di jepang, perusahaan salmon Norwegia terus meyakinkan masyarakat di Jepang bahwa salmon dari norwegia berkualitas tinggi dan aman dimakan secara mentah.<\/p>\n<p><strong>Titik Balik<\/strong><\/p>\n<p>Usaha gigih perusahaan Noerwegia dalam mempopulerkan salmon di Jepang lambat laun membuahkan hasil yang manis. Pada tahun 1992, sebuah perusahaan besar dari Jepang\u00a0 memberanikan diri membeli banyak ikan salmon Norwegia sebagai bahan utama sushi maupun sashimi.<\/p>\n<p>Setelahnya, seorang chef terkenal dari Jepang disorot atas pujiannya terhadap rasa dari daging ikan salmon, diikuti dengan penampilannya memperkenalkan sushi salmon di sebuah program tv terkenal di Jepang. Keindahan warna serta minyak alami daging salmon yang menggugah selera menjadi topik hangat di masyarakat.<\/p>\n<p>Puncaknya pada tahun 1995, salmon masuk ke dalam menu banyak restoran sushi di Jepang. Dengan keberhasilannya di Jepang Salmon sushi kemudian menyebar ke seluruh dunia.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang pertama kali anda pikirkan Ketika mendengar kata sushi? Banyak orang akan langsung memikirkan salmon. Tak dapat dipungkiri bahwa<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"spay_email":"","footnotes":""},"categories":[18],"tags":[72,62,80,74],"yst_prominent_words":[],"class_list":["post-721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-budaya","tag-imc-center","tag-jepang","tag-lingkungan"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/salmon.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=721"},{"taxonomy":"yst_prominent_words","embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/yst_prominent_words?post=721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}