{"id":933,"date":"2026-10-27T11:00:00","date_gmt":"2026-10-27T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/imccsub.com\/?p=933"},"modified":"2026-10-15T10:54:34","modified_gmt":"2026-10-15T03:54:34","slug":"mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/imccsub.com\/en\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/","title":{"rendered":"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang"},"content":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu melihat gerbang <em>torii<\/em> berwarna merah yang berdiri di tengah kota, kawasan hutan, atau bahkan di dekat laut ketika melihat berbagai tempat di Jepang? Gerbang tersebut merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari <em>Shinto<\/em>, kepercayaan yang telah berkembang bersama kehidupan masyarakat Jepang sejak zaman dahulu.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Shinto<\/em> bukan hanya dapat ditemukan di tempat ibadah. Nilai dan tradisinya juga hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari mengunjungi <em>jinja<\/em> saat tahun baru hingga mengikuti <em>matsuri<\/em> dan berbagai ritual dalam tahapan kehidupan. Lantas, seperti apa sebenarnya <em>Shinto<\/em> dan bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Jepang?<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-large-font-size\" style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><strong>Sebenarnya, Apa Itu <\/strong><strong><em>Shinto<\/em><\/strong><strong>?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"735\" height=\"525\" src=\"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-3.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-934\" srcset=\"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-3.jpeg 735w, https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-3-300x214.jpeg 300w, https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-3-18x12.jpeg 18w, https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-3-150x107.jpeg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 735px) 100vw, 735px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Shinto<\/em> (\u795e\u9053, <em>Shint\u014d<\/em>) merupakan tradisi keagamaan yang berasal dari Jepang. Istilah <em>Shinto<\/em> secara harfiah berarti \u201cjalan para <em>kami<\/em>\u201d, yaitu entitas yang dipercaya memiliki keberadaan dalam berbagai unsur alam dan tempat-tempat yang dianggap penting. Karena itu, hubungan antara manusia, alam, dan <em>kami<\/em> menjadi salah satu bagian penting dalam <em>Shinto<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbeda dari beberapa agama yang memiliki tokoh pendiri dan kitab suci tertentu, <em>Shinto<\/em> tidak memiliki satu tokoh perintis maupun kitab suci. Praktik dan kepercayaannya juga berkembang secara beragam di berbagai wilayah Jepang. Hal tersebut membuat <em>Shinto<\/em> tidak memiliki satu bentuk yang sepenuhnya sama di setiap tempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, penghormatan kepada <em>kami<\/em> dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti mengunjungi <em>jinja<\/em> atau kuil Shinto, melakukan ritual penyucian, memberikan persembahan, hingga mengikuti festival musiman. Berbagai praktik tersebut pada dasarnya berkaitan dengan upaya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan <em>kami<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal menarik lainnya adalah <em>Shinto<\/em> tidak selalu dipraktikkan secara eksklusif. Dalam kehidupan masyarakat Jepang, praktik <em>Shinto<\/em> dan Buddhisme dapat berjalan berdampingan. Bahkan, banyak masyarakat Jepang mengikuti kegiatan atau tradisi yang berkaitan dengan keduanya, terutama dalam berbagai perayaan dan kegiatan budaya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, <em>Shinto<\/em> tidak hanya dapat dipahami sebagai sebuah kepercayaan, tetapi juga sebagai tradisi yang berkaitan erat dengan alam, <em>kami<\/em>, ritual, dan kehidupan masyarakat Jepang. Pengaruhnya pun masih dapat ditemukan dalam berbagai tradisi Jepang hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Hubungan <em>Shinto<\/em> dengan Alam dan <em>Kami<\/em>\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu hal yang menarik dari <em>Shinto<\/em> adalah cara pandangnya terhadap hubungan antara manusia dan alam. Alam tidak hanya dipandang sebagai tempat manusia hidup, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan keberadaan <em>kami<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan tersebut dapat dilihat melalui beberapa hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Alam dianggap memiliki nilai sacral<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dalam <em>Shinto<\/em>, berbagai unsur alam seperti gunung, pohon, batu, dan tempat tertentu dapat dianggap memiliki keterkaitan dengan <em>kami<\/em>. Karena itu, beberapa tempat alam diperlakukan sebagai tempat yang suci dan dihormati.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Kami<\/em><\/strong><strong> memiliki hubungan erat dengan alam<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Konsep <em>kami<\/em> memiliki makna yang luas dan tidak hanya merujuk pada dewa. <em>Kami<\/em> juga dapat dikaitkan dengan roh leluhur maupun keberadaan atau kekuatan yang dianggap memiliki nilai sakral.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Penghormatan dilakukan melalui ritual<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Hubungan manusia dengan <em>kami<\/em> diwujudkan melalui berbagai praktik, seperti penyucian diri, pemberian persembahan, dan pelaksanaan <em>matsuri<\/em>. Ritual tersebut menjadi bagian dari cara masyarakat menunjukkan rasa hormat kepada <em>kami<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tempat alam dapat menjadi ruang suci<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Beberapa unsur alam yang dianggap sakral dapat ditandai dengan simbol tertentu, seperti <em>torii<\/em> and <em>shimenawa<\/em>. Keberadaan simbol tersebut menunjukkan bahwa tempat tersebut memiliki hubungan khusus dengan <em>kami<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Manusia dan alam dipandang saling berkaitan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Pandangan tersebut membuat alam tidak hanya dilihat dari manfaatnya bagi manusia. Menjaga dan menghormati alam juga menjadi bagian dari hubungan manusia dengan <em>kami<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan antara manusia, alam, dan <em>kami<\/em> inilah yang membuat <em>Shinto<\/em> memiliki karakter yang begitu dekat dengan lingkungan. Nilai tersebut kemudian terus terlihat dalam berbagai tradisi dan kehidupan masyarakat Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Tradisi Saat Berkunjung ke <\/strong><strong><em>Jinja<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Berkunjung ke <em>jinja<\/em> bukan sekadar datang ke tempat wisata. Bagi masyarakat Jepang, <em>jinja<\/em> merupakan tempat yang berkaitan dengan penghormatan kepada <em>kami<\/em>, sehingga terdapat beberapa tata cara yang dilakukan saat berada di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membungkuk sebelum memasuki <\/strong><strong><em>torii<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sebelum melewati <em>torii<\/em>, pengunjung umumnya membungkuk ringan sebagai bentuk penghormatan. Saat berjalan menuju area utama <em>jinja<\/em>, bagian tengah jalan biasanya dihindari karena dianggap sebagai jalur untuk <em>kami<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menyucikan diri di <\/strong><strong><em>ch\u014dzuya<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sebelum berdoa, pengunjung dapat menyucikan tangan dan mulut di <em>ch\u014dzuya<\/em>. Proses ini dilakukan menggunakan <em>hishaku<\/em> atau gayung yang tersedia di tempat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Memberikan persembahan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Sesampainya di depan aula doa atau <em>haiden<\/em>, pengunjung memasukkan uang persembahan yang disebut <em>saisen<\/em>. Jika terdapat lonceng, pengunjung juga dapat membunyikannya sebelum melakukan doa.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mengikuti tata cara berdoa<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Tata cara yang umum dilakukan di <em>jinja<\/em> dikenal sebagai <em>nihai-nihakushu-ippai<\/em>, yaitu dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, kemudian satu kali membungkuk. Tata cara ini menjadi salah satu ciri yang membedakan ritual di <em>jinja<\/em> dengan di kuil Buddha.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menjaga ketenangan dan menghormati tempat suci<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Selain mengikuti tata cara berdoa, pengunjung juga perlu menjaga sikap selama berada di area <em>jinja<\/em>. Mengikuti petunjuk yang tersedia, tidak mengganggu pengunjung lain, serta menghormati area yang tidak boleh dimasuki atau difoto merupakan bagian dari etika berkunjung.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai tata cara tersebut menunjukkan bahwa kunjungan ke <em>jinja<\/em> tidak hanya berkaitan dengan ritual, tetapi juga dengan sikap hormat terhadap tempat, <em>kami<\/em>, dan orang-orang di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Mengapa <em>Matsuri<\/em> Begitu Dekat dengan Kehidupan Masyarakat Jepang?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Matsuri<\/em> (\u796d\u308a) merupakan festival atau perayaan yang menjadi bagian penting dari budaya Jepang. Banyak <em>matsuri<\/em> berkaitan dengan <em>Shinto<\/em>, pergantian musim, alam, maupun peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi bagian dari tradisi, <em>matsuri<\/em> juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul dan menjaga hubungan dalam komunitas.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa hal yang membuat <em>matsuri<\/em> begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Jepang dapat dilihat melalui tabel berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Aspect<\/strong><\/td><td><strong>Peran dalam <\/strong><strong><em>Matsuri<\/em><\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Penghormatan kepada kami<\/td><td>Menjadi bentuk rasa syukur dan doa kepada <em>kami<\/em> untuk keselamatan, kesejahteraan, atau hasil panen yang baik.<\/td><\/tr><tr><td>Pergantian musim<\/td><td><br><br><br>Banyak <em>matsuri<\/em> diselenggarakan mengikuti musim dan berkaitan dengan kegiatan pertanian serta hasil alam.<\/td><\/tr><tr><td>Kebersamaan masyarakat<\/td><td><br><br><br>Menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, bekerja sama, dan mempererat hubungan dalam komunitas.<\/td><\/tr><tr><td>Ciri khas daerah&nbsp;<\/td><td>Setiap daerah memiliki <em>matsuri<\/em> dengan tradisi, pakaian, music, tarian, serta perlengkapan festival yang berbeda.<\/td><\/tr><tr><td>Warisan budaya<\/td><td>Membantu mempertahankan berbagai ritual, kesenian, dan kebiasaan lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Karena itu, <em>matsuri<\/em> bukan sekadar festival yang meriah. Di balik perayaannya terdapat rasa syukur, penghormatan kepada <em>kami<\/em>, hubungan dengan alam, dan kebersamaan masyarakat yang membuat tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari budaya Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Pengaruh <\/strong><strong><em>Shinto<\/em><\/strong><strong> dalam Kehidupan Sehari-hari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengaruh <em>Shinto<\/em> ternyata tidak hanya terlihat di <em>jinja<\/em> atau saat <em>matsuri<\/em> berlangsung. Beberapa tradisi yang dilakukan masyarakat Jepang dalam momen tertentu mungkin terlihat seperti kebiasaan biasa, tetapi di baliknya terdapat nilai dan unsur yang berkaitan dengan <em>Shinto<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><strong><em>Hatsum\u014dde<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Pada awal tahun, banyak masyarakat Jepang mengunjungi <em>jinja<\/em> untuk melakukan <em>hatsum\u014dde<\/em>, yaitu kunjungan pertama ke tempat suci pada tahun baru. Kegiatan ini biasanya dilakukan untuk berdoa dan memohon keberuntungan serta keselamatan untuk tahun yang akan datang.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><strong><em>Omamori<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Omamori<\/em> merupakan jimat keberuntungan yang biasanya diperoleh dari <em>jinja<\/em> maupun kuil Buddha. Jimat ini dapat dikaitkan dengan berbagai harapan, seperti keselamatan, kesehatan, keberhasilan dalam belajar, dan perlindungan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><strong>Perayaan <\/strong><strong><em>Shichi-Go-San<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Tradisi <em>Shichi-Go-San<\/em> merupakan perayaan bagi anak-anak pada usia tertentu. Dalam tradisi ini, keluarga biasanya mengunjungi <em>jinja<\/em> untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus mendoakan kesehatan dan pertumbuhan anak.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><strong>Pernikahan bergaya <\/strong><strong><em>Shinto<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Upacara pernikahan <em>Shinto<\/em> or <em>shinzen kekkon<\/em> dilaksanakan di <em>jinja<\/em> dengan berbagai ritual tradisional. Upacara ini menjadi salah satu bentuk perayaan kehidupan yang masih dipraktikkan hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"5\" class=\"wp-block-list\">\n<li style=\"font-style:normal;font-weight:700\"><strong>Penghormatan terhadap alam<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Nilai <em>Shinto<\/em> juga dapat terlihat dari penghormatan terhadap alam. Gunung, hutan, pohon, dan berbagai tempat tertentu dapat dianggap memiliki nilai sakral sehingga keberadaannya dihormati dalam tradisi masyarakat Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa pengaruh <em>Shinto<\/em> dapat ditemukan dalam perayaan, perjalanan hidup, hingga cara masyarakat Jepang memandang alam. Meskipun tidak selalu dilakukan sebagai praktik keagamaan secara langsung, berbagai tradisinya tetap menjadi bagian dari kehidupan dan budaya Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-medium-font-size\"><strong>Mengapa <em>Shinto<\/em> Masih Menjadi Bagian dari Budaya Jepang?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah kehidupan Jepang yang semakin modern, berbagai tradisi yang berkaitan dengan <em>Shinto<\/em> masih mudah ditemukan. Mulai dari kunjungan ke <em>jinja<\/em>, perayaan <em>matsuri<\/em>, hingga tradisi dalam berbagai tahapan kehidupan, pengaruh <em>Shinto<\/em> tetap hadir di tengah masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan <em>Shinto<\/em> dapat terus bertahan adalah karena tradisinya diwariskan dari generasi ke generasi dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Berbagai ritual dan perayaan tidak hanya dilakukan sebagai bentuk kepercayaan, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan dan budaya yang terus dipertahankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Hubungan <em>Shinto<\/em> dengan alam juga membuatnya memiliki tempat tersendiri dalam budaya Jepang. Penghormatan terhadap gunung, hutan, pohon, dan tempat-tempat yang dianggap sakral masih dapat ditemukan dalam berbagai tradisi. Nilai tersebut menunjukkan bagaimana alam tidak hanya dipandang sebagai bagian dari lingkungan, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, <em>Shinto<\/em> bukan sekadar tradisi dari masa lalu yang masih dipertahankan. Nilai dan kebiasaannya telah melebur menjadi bagian dari budaya Jepang, sehingga pengaruhnya tetap dapat dilihat meskipun masyarakat Jepang terus berkembang mengikuti zaman. Memahami <em>Shinto<\/em> pun dapat menjadi salah satu cara untuk melihat lebih dekat bagaimana masyarakat Jepang memaknai alam, tradisi, dan kehidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengenal budaya Jepang tentu akan terasa lebih menarik ketika dibarengi dengan kemampuan berbahasa Jepang. Yuk, perdalam pemahaman tentang bahasa dan budaya Jepang bersama I\u2019Mc Center Surabaya! Belajar bersama <em>sensei<\/em> tidak hanya membantu memahami bahasa Jepang, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenal berbagai budaya dan kebiasaan masyarakat Jepang secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu melihat gerbang torii berwarna merah yang berdiri di tengah kota, kawasan hutan, atau bahkan di dekat laut ketika<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[72,80],"class_list":["post-933","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-culture","tag-budaya","tag-jepang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.6 (Yoast SEO v27.6) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang - I&#039;Mc Center Window of the World<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/imccsub.com\/en\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pernahkah kamu melihat gerbang torii berwarna merah yang berdiri di tengah kota, kawasan hutan, atau bahkan di dekat laut ketika\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/imccsub.com\/en\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"I&#039;Mc Center Window of the World\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/imccentersurabaya\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-27T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"735\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"490\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@imccsub\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@imccsub\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3eb4167968e276abdb297ed3c21fa475\"},\"headline\":\"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang\",\"datePublished\":\"2026-10-27T04:00:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/\"},\"wordCount\":1452,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg\",\"keywords\":[\"budaya\",\"Jepang\"],\"articleSection\":[\"Culture\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/\",\"name\":\"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang - I&#039;Mc Center Window of the World\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-27T04:00:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg\",\"width\":735,\"height\":490},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/culture\\\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/\",\"name\":\"I&#039;Mc Center Window of the World\",\"description\":\"Moto situs Anda bisa diletakkan di sini\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#organization\",\"name\":\"International Multicultural Center | Kursus Bahasa Jepang Surabaya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/im-center-logo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/10\\\/im-center-logo.jpg\",\"width\":566,\"height\":580,\"caption\":\"International Multicultural Center | Kursus Bahasa Jepang Surabaya\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/imccentersurabaya\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/imccsub\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/imccsub.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3eb4167968e276abdb297ed3c21fa475\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1b550f0cfd95aad0d3f8c8484e92d57fcea35eeeda9e261628389368d9146ad2?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1b550f0cfd95aad0d3f8c8484e92d57fcea35eeeda9e261628389368d9146ad2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1b550f0cfd95aad0d3f8c8484e92d57fcea35eeeda9e261628389368d9146ad2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang - I&#039;Mc Center Window of the World","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/imccsub.com\/en\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang","og_description":"Pernahkah kamu melihat gerbang torii berwarna merah yang berdiri di tengah kota, kawasan hutan, atau bahkan di dekat laut ketika","og_url":"https:\/\/imccsub.com\/en\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/","og_site_name":"I&#039;Mc Center Window of the World","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/imccentersurabaya\/","article_published_time":"2026-10-27T04:00:00+00:00","og_image":[{"width":735,"height":490,"url":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@imccsub","twitter_site":"@imccsub","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/imccsub.com\/#\/schema\/person\/3eb4167968e276abdb297ed3c21fa475"},"headline":"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang","datePublished":"2026-10-27T04:00:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/"},"wordCount":1452,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg","keywords":["budaya","Jepang"],"articleSection":["Culture"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/","url":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/","name":"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang - I&#039;Mc Center Window of the World","isPartOf":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg","datePublished":"2026-10-27T04:00:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#primaryimage","url":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg","contentUrl":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Sakura-Serenity_-Mt_-Fuji-and-Pagoda-Reflection_.jpg","width":735,"height":490},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/imccsub.com\/culture\/mengenal-shinto-dan-pengaruhnya-dalam-kehidupan-masyarakat-jepang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/imccsub.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Shinto dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Masyarakat Jepang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/imccsub.com\/#website","url":"https:\/\/imccsub.com\/","name":"I&#039;Mc Center Window of the World","description":"Moto situs Anda bisa diletakkan di sini","publisher":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/imccsub.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/imccsub.com\/#organization","name":"International Multicultural Center | Kursus Bahasa Jepang Surabaya","url":"https:\/\/imccsub.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/imccsub.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/im-center-logo.jpg","contentUrl":"https:\/\/imccsub.com\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/im-center-logo.jpg","width":566,"height":580,"caption":"International Multicultural Center | Kursus Bahasa Jepang Surabaya"},"image":{"@id":"https:\/\/imccsub.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/imccentersurabaya\/","https:\/\/x.com\/imccsub"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/imccsub.com\/#\/schema\/person\/3eb4167968e276abdb297ed3c21fa475","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b550f0cfd95aad0d3f8c8484e92d57fcea35eeeda9e261628389368d9146ad2?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b550f0cfd95aad0d3f8c8484e92d57fcea35eeeda9e261628389368d9146ad2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1b550f0cfd95aad0d3f8c8484e92d57fcea35eeeda9e261628389368d9146ad2?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":936,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/933\/revisions\/936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/imccsub.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}