Blog

Dari “Aneh” Jadi Superfood: Natto Kini Mendunia

Kalau kamu pernah mencium aroma natto, kemungkinan besar reaksinya cuma dua: penasaran… atau langsung mundur

Makanan fermentasi khas Jepang ini memang terkenal dengan bau menyengat dan teksturnya yang lengket. Nggak heran kalau dulu natto sering dianggap sebagai “makanan yang susah dimakan”.

Tapi siapa sangka, sekarang ceritanya mulai berubah drastis.

Di tengah tren hidup sehat yang makin populer, natto justru naik kelas jadi salah satu superfood yang diminati di berbagai negara. Bahkan, ekspor natto dari Jepang meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data dari Kementerian Keuangan Jepang, pada tahun 2025 ekspor natto mencapai 5.248 ton. Angka ini hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun 2017 yang hanya 1.752 ton. Dari sisi nilai pun melonjak signifikan, dari sekitar 960 juta yen menjadi lebih dari 3,2 miliar yen.

Lalu, siapa yang paling doyan natto di luar Jepang?

Ternyata, China jadi pasar terbesar dengan kontribusi sekitar 30% dari total ekspor. Setelah itu disusul oleh Amerika Serikat, Thailand, Hong Kong, Taiwan, dan Korea Selatan.

Salah satu alasan utama tren ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, terutama sejak pandemi COVID-19. Banyak orang mulai lebih selektif dalam memilih makanan, dan natto masuk ke radar karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Bahkan, jurnal medis ternama The BMJ pernah membahas natto sebagai makanan yang kaya nutrisi dan dapat membantu pembentukan antibodi.

Bukan cuma itu, popularitas masakan Jepang secara global juga ikut mendorong tren ini. Sejak washoku (kuliner tradisional Jepang) diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, minat terhadap makanan Jepang terus meningkat. Ditambah lagi, faktor media sosial juga punya peran besar. Tagar seperti #Natto dan #NattoChallenge ramai digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia yang mencoba natto untuk pertama kalinya—dan sering kali reaksinya cukup “dramatis”.

Salah satu yang ikut mendorong popularitas ini adalah penyanyi pemenang Grammy, Lizzo. Pada 2023, ia sering membagikan momen saat menikmati natto dengan nasi, mustard, dan kecap—yang kemudian menarik perhatian banyak penggemarnya. Selain itu, meningkatnya jumlah wisatawan ke Jepang juga jadi faktor penting. Banyak turis yang pertama kali mencoba natto saat sarapan di hotel, lalu malah ketagihan dan terus membelinya setelah pulang ke negara masing-masing.

Salah satu perusahaan yang merasakan dampak positif ini adalah Hamanasu Foods dari Hokkaido. Sejak mulai ekspor pada 2017, mereka kini sudah menjangkau 16 negara termasuk Amerika Serikat, Jerman, hingga Uni Emirat Arab. Bahkan, penjualan ekspor mereka meningkat hingga 60 kali lipat dalam waktu 8 tahun.

Kunci suksesnya? Bukan cuma soal rasa, tapi juga kemampuan menyesuaikan dengan regulasi ketat di berbagai negara dan membangun jalur distribusi yang tepat. Jadi, meskipun natto dulu sering “diremehkan” karena bau dan teksturnya, sekarang justru jadi simbol baru dari gaya hidup sehat global. Dari makanan lokal yang unik, natto perlahan berubah menjadi pemain besar di dunia kuliner internasional.

Siap coba… atau masih ragu?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *