Culture

Festival Hadaka Matsuri: Tradisi Unik Ribuan Pria Bertelanjang Dada di Jepang

Kalau kamu membayangkan festival di Jepang itu identik dengan kimono cantik, lampion, atau kembang api, mungkin yang satu ini bakal terasa cukup “nyeleneh”. Namanya Hadaka Matsuri, atau secara harfiah berarti “festival telanjang”—dan ya, memang seperti itu adanya.

Festival ini berlangsung di Kuil Konomiya yang berada di Kota Inazawa, Prefektur Aichi. Yang bikin makin menarik, tradisi ini bukan sesuatu yang baru muncul belakangan, tapi sudah berlangsung lebih dari 1.200 tahun. Bisa dibilang, ini salah satu festival paling tua sekaligus paling unik di Jepang.

Dalam acara ini, lebih dari 10.000 pria berkumpul hanya dengan mengenakan fundoshi (kain tradisional Jepang) berwarna putih. Mereka saling berdesakan, bahkan “bertabrakan” satu sama lain dalam suasana yang penuh energi dan teriakan.

Tapi sebenarnya, apa sih tujuan dari semua ini? Di tengah keramaian tersebut, ada satu sosok penting yang disebut Shin-otoko atau “pria suci”. Orang yang terpilih menjadi Shin-otoko harus menjalani ritual khusus terlebih dahulu.

Ia harus mencukur seluruh rambut di tubuhnya sebagai simbol penyucian, lalu berpuasa selama beberapa hari sambil berdoa.

Selama festival berlangsung, para peserta akan berusaha menyentuh Shin-otoko. Mereka percaya bahwa dengan menyentuhnya, semua kesialan atau nasib buruk dalam hidup mereka bisa “dipindahkan” ke tubuh pria suci tersebut.

Kedengarannya ekstrem, tapi di situlah letak makna spiritualnya.

Puncak festival terjadi ketika Shin-otoko berhasil masuk ke dalam bangunan utama kuil. Saat momen itu terjadi, suasana langsung berubah jadi penuh kegembiraan—orang-orang bersorak keras, seolah semua beban telah terangkat.

Bagi masyarakat setempat, ini bukan sekadar festival biasa. Mereka percaya bahwa setelah ritual ini, tahun yang akan mereka jalani akan menjadi lebih aman, bersih dari kesialan, dan penuh kebahagiaan.

Menariknya lagi, seiring perkembangan zaman, festival ini mulai lebih inklusif. Jika dulu hanya diikuti oleh pria, sekarang perempuan juga sudah mulai ikut berpartisipasi, meskipun dengan peran yang berbeda.

Hadaka Matsuri adalah contoh bagaimana tradisi kuno bisa tetap bertahan di tengah modernitas Jepang. Di balik kesan “liar” dan tidak biasa, festival ini menyimpan makna mendalam tentang penyucian diri, harapan, dan kepercayaan akan awal yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *