Culture

Kuil Unik di Jepang yang “Menghormati” Gurita

Kalau biasanya kuil di Jepang identik dengan dewa gunung, keberuntungan, atau cinta, yang satu ini cukup beda. Di sebuah kota pelabuhan di Prefektur Oita, ada kuil yang punya hubungan dengan gurita.

Namanya Hayasui Hime Shrine, terletak di daerah Saganoseki. Kuil ini didedikasikan untuk dewa laut, tapi yang membuatnya unik adalah banyaknya gambar gurita yang bisa kamu temukan di sana.

Lalu, kenapa gurita?

Menurut cerita turun-temurun, dulu Kaisar Jimmu pernah melakukan perjalanan dengan kapal dari wilayah yang sekarang dikenal sebagai Prefektur Kagawa menuju Oita. Dalam perjalanan itu, ia mendapatkan sebuah pedang dari dalam laut dan konon, pedang tersebut diberikan oleh seekor gurita. Sejak saat itu, gurita dianggap sebagai makhluk yang memiliki peran penting, bahkan dihormati seperti dewa. Kuil ini pun dibangun sebagai bentuk penghormatan.

Yang menarik, tradisi di kuil ini juga cukup unik. Pengunjung bisa menuliskan harapan mereka di kertas yang bergambar gurita, lalu mempersembahkannya di kuil. Tapi ada satu “syarat” yang nggak biasa: selama berharap agar keinginannya terkabul, mereka tidak boleh makan gurita. Semacam bentuk komitmen atau pengorbanan kecil.

Menurut penjaga kuil, ada kepercayaan bahwa ketika dewa laut lewat, akan terasa angin sepoi-sepoi yang nyaman dan pada saat itulah, doa-doa manusia didengar. Entah kamu percaya atau tidak, suasana di kuil ini memang terasa tenang dan sedikit “magis”.

Kuil ini jadi contoh menarik bagaimana cerita legenda, kepercayaan, dan budaya lokal bisa berpadu menjadi tradisi yang unik. Di Jepang, bahkan seekor gurita pun bisa punya tempat istimewa dalam kepercayaan masyarakatnya.

Jadi, kalau suatu hari kamu berkunjung ke sini, siap-siap untuk “puasa gurita” dulu ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *