Culture

FESTIVAL DONTOSAI

Festival Dontosai adalah ritual unik di Miyagi dan berlangsung di berbagai kuil di seluruh prefektur setiap tahun pada tanggal 14 Januari. Festival terbesar diadakan di Kuil Osaki Hachimangu di Kota Sendai. Setiap tahun, para peserta mengumpulkan dekorasi Tahun Baru mereka dari tahun sebelumnya dan melemparkannya ke dalam api unggun sebagai doa untuk kesehatan dan keberuntungan di tahun mendatang. Mungkin pertunjukan yang paling terkenal adalah Hadaka-Mairi (ziarah telanjang), dimana kelompok besar peziarah yang hanya mengenakan cawat dan kain penutup dada tradisional menantang dingin dan berbaris diam-diam melalui jalan-jalan untuk memberi penghormatan di kuil.

Pengunjung biasa tidak hanya perlu menonton mereka juga diundang untuk berdoa di kuil dan berpartisipasi dalam ritual api unggun. Setelah menyambut tahun baru dengan doa, pengunjung dapat membeli ramalan dari kuil yang mengungkapkan apa yang akan terjadi pada mereka di tahun mendatang. Banyak sekali kios makanan dan minuman yang berjejer di trotoar dan halaman kuil, menjual hidangan Jepang modern dan tradisional : Oyaki (roti kukus berisi berbagai macam isian), ramen, amazake (minuman manis berbahan dasar beras), dan masih banyak lagi.

Apa Itu Dontosai ?

  • Makna : “Dontosai” berasal dari deskripsi suara api yang berkobar kuat, “dondon”.
  • Tujuan : Untuk mengakhiri Tahun Baru, mengirim roh pelindung kembali ke surga, dan berdoa untuk Nasib baik di tahun yang baru.
  • Ritual : Orang-orang membawa dekorasi Tahun Baru (Shogatsu-Kazari) ke kuil untuk dibakar, melepaskan semangat liburan.

Festival Dontosai dimulai pada Periode Edo Ketika para pembuat sake local mengunjungi Kuil Osaki Hachimangu di awal tahun. Datang untuk berdoa memohon kesehatan yang baik dan panen yang melimpah, para pembuat sake ini secara bertahap menginspirasi orang lain untuk mengunjungi kuil tersebut di Tengah musim dingin.

Akhirnya, festival tersebut menjadi acara tetap yang diadakan pada tanggal 14 Januari dan berkembang hingga mencakup upacara api unggun saat matahari terbenam. Selama acara ini, para pentonton melemparkan dekorasi Tahun Baru mereka yang baru saja digunakan ke dalam tumpukan besar. Kemudian, dekorasi tersebut akan dinyalakan sebagai ucapan terima kasih kepada para dewa yang datang mengunjungi rumah-rumah penduduk di akhir tahun. Api suci ini juga dipercaya memberikan keberuntungan dan Kesehatan kepada semua orang yang dihangatkan oleh bara apinya.

 

Data source : Tiara A.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *