Culture

YOIN

Bagi kebudayaan orang Jepang, kata Yoin memiliki arti yang sangat dalam. Arti secara harfiah Yoin adalah gaung, gema, seperti suara kaca yang telah dipukul. Secara kiasan, kata itu mempunyai arti suatu pengalaman yang menembus imajinasi, ingatan jernih yang tertahan sejenak didalam hati.
Akal budi, Yoin dikatakan seperti keadaan sebagian yang dipikirkan bukanlah pengalaman yang dipertimbangkan, teman sekelas, seorang sahabat, kekasih, mungkin saudara yang pergi ke luar negeri, pergi berperang, melanjutkan studi, atau pindah dalam jangka waktu yang lama. Tatapan mata yang bertemu, menunjukkan kepekaan perasaan. Menghindari tatapan mata, kata yang tak terungkapkan. Yoin yang menyisakan memori dan sosok yang tidak dapat dilupakan seulas senyuman yang bermakna, muka memerah yang dapat menjawab petanyaan, sentuhan lembut dari memori istimewa, reuni yang kaku.
Pernah ada orang Jepang mengajarkan hamper seperti suatu hal yang tidak menunjukkan keambiguan dari perkataan orang jepangnya sendiri. Sebenarnya, ada sedikit kontradiksi yang disukai. Dari orang itu saya belajar contoh selanjutnya. Contohnya mungkin sebagai lanjutan dari 1 sampai 10 suatu keadaan yang dapat dipahami, misalnya orang jepang biasanya mungkin melanjutkan penjelasannya kira-kira sampai 6,7 mengarah ke imajinasi. Bagi orang jepang yang bercerita tentang ide/konsep yang mengandung nilai ajaran diatas. Tentunya hal ini membutuhkan penjelasan lebih agar membuat orang lain paham.
Ada 1 lagi teman, film yang penuh kenangan contoh Yoin yang tepat. Film yang agak lama itu menceritakan tentang seorang laki-laki yang menderita sakit yang tidak tersembuhkan. Sebelum kematiannya, orang itu memutuskan untuk membangun sebuah taman bagi anak-anaknya. Setting yang terakhir di film itu, dia seorang diri menaiki ayunan, bagian terakhir didirikannya taman, tiada yang hening kecuali suara ayunan. Kamera yang mengambil dari dekat laki-laki itu, bengkak-bengkak yang muncul di tenggorokannya, mata yang mulai bersinar dan hidung yang mulai.
Siapa yang dapat menghindari adegan ini yang menggambarkan kehangatan dan keharuan. Karena kemampuan kerja kamera, sepoi-sepoi suara ayunan yang hampir tak terdengar. Tingkat emosional yang dalam pada pengalaman manusia. Suara bell yang berdentang. Gaung atau gema di film itu telah bertahun-tahun lamanya dalam ingatan temanku dan ceritanya tetap dalam ingatanku.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *