Culture

ONBU [MENGGENDONG ANAK DI PUNGGUNG]

Saya menikah dengan orang Amerika dan tinggal di Amerika. Saya berkeinginan mendidik puteri saya dengan keras untuk menjadi wanita mandiri sebagaimana yang masyarakat Amerika butuhkan. Karena saya memutuskan mendidik anak dengan penuh kasih sayang untuk menjadikan nya patuh. Maka terhadap putera saya, saya lebih lunak. Hal ini untuk kepentingannya dan juga saya sendiri. Sosok lelaki dalam pandangan saya adalah seseorang yang lemah lembut, ramah, dan penuh kasih sayang. Untuk itu saya berkeinginan mendidik putera saya sama seperti yang saya terima dari ibu ketika masih kecil. Dengan kata lain mengasuh dengan memberikan asi, acapkali dibelai dan digendong.

Di Jepang terdapat tradisi menggendong anak, tetapi mungkin pada kenyataannya lebih tepat dikatakan bahwa kebiasaan ini timbul karena diperlukan daripada tumbuh karena adanya kasih sayang dari ibu. Para isteri pada jaman dahulu menggendong banyak anak dan kalau melihat kesukarannya sangat menyusahkan. Dengan menggendong bayi di punggung maka dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan tangan dapat digerakkan dengan bebas pada waktu berbelanja dan mengerjakan pekerjaan rumah. Bagaimanapun juga saya merencanakan untuk menerapkan kebiasaan ini di masyarakat Amerika. Ketenangan perasaan yang saya peroleh dengan menggendong anak di punggung pada waktu mengerjakan pekerjaanpun saya rasakan mendapat sindiran dan para tetanggapun melihatnya dengan membelalakkan mata mereka.

Ternyata jangankan para tetangga mentertawakan ketika melihat keadaan saya dan bayi yang saya gendong di punggung bahkan mereka juga terkesan akan efek dari Onbu (menggendong anak di punggung) dilihat dari segi fisiologi dan kejiwaan. Ada juga orang meniru seperti apa yang saya lakukan (onbu) di halaman rumah mereka yang pada waktu itu juga sedang mencuci piring dan memotong rumput. Pada suatu saat pernah terjadi suatu perbincangan atau diskusi antara para tetangga, dan hal-hal tentang kasih sayang yang dibicarakan pada waktu itu diantaranya: menurut seorang ibu rumah tangga yang dulu pernah belajar psikologi kejiwaan menjelaskan bahwa pada jaman sekarang adanya skin ship (hubungan yang dilakukan sebagai ungkapan pemberian kasih sayang seorang ibu kepada anak) yang dilakukan oleh orang-orang adalah sebagai suatu jawaban dari kebutuhan , dan Onbu adalah cara yang paling efektif, sedangkan orang lain juga mengatakan bahwa bagaimanapun juga ibu akan mengingat rasa kasih sayang atas anak yang dibesarkan dalam gendongannya sendiri. Pada waktu itu bukan hanya saya saja sebagai orang asing tetapi orang Amerika pun juga merasa kesepian. Saya menyadari bahwa pemandangan yang saya lihat setiap kali pulang ke Jepang yaitu para ibu yang menggendong anaknya dipunggung menjadi sedikit dan para ibu yang menarik kereta dorong bayi menjadi banyak. Para ibu muda mulai terpengaruh oleh adanya perubahan jaman yaitu kira-kira pada jaman dahulu kala masih banyak ibu-ibu yang melahirkan anak, dan dengan adanya peralatan listrik yang canggih untuk keperluan rumah tangga maka pekerjaan ibu menjadi ringan, ataukah apabila dengan menggendong anak di punggung muncul ketakutan bahwa kaki si anak akan berbentuk “O” atau karena dengan menggendong anak di punggung penampilan ibu menjadi memalukan atau menjadi kurang menarik. Tapi walaupun begitu menurut saya tentang kebiasaan ini, kalau mempertimbangkan secara moral perasaan tenang yang didapat oleh ibu tanpa melihat dari sisi anak maka saya berpendapat bahwa ini adalah kebiasaan yang baik. Onbu adalah cara yang unik untuk mempererat ikatan antara ibu dan anak.

 

SUMBER DATA: Masako Ford

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *